MANTAP

Dapatkan berita dan program terbaru kami dengan memasukan data anda dibawah ini

Setelah memasukan email anda, otomatis akan menerima notif dari kami

Rakorwil Lazisnu Jateng


Semarang : NU Care Lazisnu Jawa Tengah menargetkan dapat mengumpulkan dana hingga Rp 55 miliar pada tahun 2018 ini.

Hal itu diputuskan bersama dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) NU Care Lazisnu Jateng, yang dilaksanakan di Balai Pelatihan Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Jumat-Minggu (16-18/3/2018).


‎Ketua PW NU Care Lazisnu Jateng, Muh Mahsun menjelaskan, kegiatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas diri guna meningkatkan pengetahuan dalam hal zakat.

"Karena tren selama dua tahun terakhir ini pengumpulan dana dari masyarakat ini cukup besar," jelas dia, dalam kegiatan bertema 'Gerakan NU Berzakat Menuju Kemandirian Umat', pada hari Minggu (18/3/2018).

‎Mahsun menjelaskan, target pengumpulan dana pada tahun 2017 mencapai Rp 80 miliar atau 222 persen dari target semula sebesar Rp 36 miliar.

Pada tahun 2018 ini, pihaknya sepakat menetapkan target sebesar Rp 55 miliar hingga tutup tahun ini.

"Target angka ini sudah sesuai prediksi dari 36 wilayah, karena Rembang kami ada dua yang memetakan potensinya ma‎sing-masing," jelas dia.

Hasil dari pemetaan itu pun, kata dia, hanya sekitar 1 persen dari potensi yang sebenarnya ada.

Dicontohkannya, pengumpulan dana umat yang secara nasional terhimpun Rp 7 triliun pada tahun lalu, hanya 1 persen dari potensinya.


"‎Jawa Tengah pun juga sama, dana yang dikumpulkan melalui Kotak Infak (Koin) NU dan kurban itu hanya 1 persen dari potensi yang ada," kata dia.

Padahal, melalui Infak tersebut akan dapat ikut menyejahterakan masyarakat sekitar sesuai dengan empat pilar NU Care Lazisnu Jateng.

‎Empat pilar itu yakni dalam bidang pendidikan, kesehatan, kebencanaan dan pemberdayaan ekonomi yang menjadi sasaran distribusi aliran dana.


"Kabupaten Sragen yang bukan basis NU saja setiap bulannya bisa mencapai‎ Rp 500 juta. Karena memang semua infak yang didistribusikan juga untuk semua masyarakat yang membutuhkan, ‎terlepas NU atau bukan," kata dia.

Dalam kesempatan itu, budayawan Prie GS juga ikut hadir memberikan motivasi kepada peserta.

Rois Syuriah PWNU, KH Ubadillah Shodaqoh atau Gus Obed menyampaikan pentingnya zakat karena secara syara' sah dan secara negara juga sah.

"Pemberian nafkah kepada keluarganya adalah sedekah."

(HR. Bukhari)

"sedekah termasuk sebab utama datangnya keberkahan dan dilipatgandakannya rezeki"

www.lazisnu.pcnukabsemarang.or.id

"Berinfaklah wahai anak Adam, niscaya Aku berinfak kepadamu"

(Muttafaq 'Alaih)

“Allah akan melipat gandakan pahala orang yang bersedekah.”

(QS. Surat Al-Baqarah:245)

Copyright © 2018 NU CARE LAZISNU Kabupaten Semarang : Unit Pengelola Zakat Infak Sedekah | NU Peduli Umat